<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anggininurazizah's Blog</title>
	<atom:link href="http://anggie72.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggie72.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Jan 2010 12:46:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anggie72.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Anggininurazizah's Blog</title>
		<link>http://anggie72.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anggie72.wordpress.com/osd.xml" title="Anggininurazizah&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anggie72.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>liburan Q</title>
		<link>http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/liburan-q/</link>
		<comments>http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/liburan-q/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggini Nur Azizah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/liburan-q/</guid>
		<description><![CDATA[Liburan yang sebentar tapi seru. Liburan yang lalu, aku &#38; adik pergi ke Sleman. Selain liburan, aku juga ngrayain tahun baru bareng sama sodara dan temend2 ku di Sleman. Mulai abis sholat isya&#8217; aku mulai bakar2 roti &#38; jagung di depan rumah (he..he.. mumpung ada gratisan getow ). Suasana tahun baru di Sleman (tepatnya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggie72.wordpress.com&amp;blog=7496253&amp;post=122&amp;subd=anggie72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan yang sebentar tapi seru.</p>
<p>Liburan yang lalu, aku &amp; adik pergi ke Sleman. Selain liburan, aku juga ngrayain tahun baru bareng sama sodara dan temend2 ku di Sleman. Mulai abis sholat isya&#8217; aku mulai bakar2 roti &amp; jagung di depan rumah (he..he.. mumpung ada gratisan getow ).</p>
<p>Suasana tahun baru di Sleman (tepatnya di kecamatan Depok) memang bener2 jauh beda sama suasana pada waktu yang sama di Wareng city. Di sana rame banget, 3x lipat lbh rame dr Wonosari. Suasana yang rame dan hiruk pikuk terasa sebagai hiasan pd malam itu.</p>
<p>Pukul 12.00 (malah beberapa menit sebelumnya), kembang api-kembang api raksasa dan wana-warni telah menghiasi langit kota gudeg itu. Kita bisangliat kembang api sambil ngopi ato ngeteh di teras rumah. Kembang api paling keren ada di deket rumah pakde q..dekeet banget. ada yang warna ungu, merah, ma ijaw.</p>
<p>Jogja emang seru!!! Aku pengin tinggal n sklh d&#8217; sana. Mudah2an aj bz d&#8217;trima.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggie72.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggie72.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggie72.wordpress.com&amp;blog=7496253&amp;post=122&amp;subd=anggie72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/liburan-q/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c31e07d1acf1c2e4a69a3c3efc2faae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggininurazizah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cERpen Q</title>
		<link>http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/cerpen-q/</link>
		<comments>http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/cerpen-q/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anggini Nur Azizah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggie72.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan buat Al Dua bulan yang lalu… ”Krek.. kreeeek &#8230;” Suara patahan dahan pohon jambu itu berbunyi semakin keras. Akan tetapi suara deburan ombak laut jauh lebih menarik gendang telinga untuk mendengarkannya. Eloknya laut dari puncak teratas tebing lebih memilih setiap pasang mata untuk mengaku kagum dan takjub. Siapapun akan merasa terbang di udara bebas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggie72.wordpress.com&amp;blog=7496253&amp;post=117&amp;subd=anggie72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Kehidupan buat Al<br />
</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><em>Dua bulan yang lalu…</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">”Krek.. kreeeek &#8230;” Suara patahan dahan pohon jambu itu berbunyi semakin keras. Akan tetapi suara deburan ombak laut jauh lebih menarik gendang telinga untuk mendengarkannya. Eloknya laut dari puncak teratas tebing lebih memilih setiap pasang mata untuk mengaku kagum dan takjub. Siapapun akan merasa terbang di udara bebas jika berada di ketinggian itu. Akan tetapi, Al tidak menyadari bahwa ia sekarang akan terbang di antara batas kasatmata hidup dan mati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Dengan payahnya ia tetap berusaha untuk meraih dahan terdekat. Usaha yang dikerahkannya sia-sia sudah. Dalam hitungan detik ia telah terjun ke dalam sarang sang dewa kematian.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Putih, segalanya putih. Tak ada benda dan warna lain selain putih. Putih dan kosong. Hanya itu yang dilihat Al saat ia mulai membuka metanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Gue di mana? ” Bisik Al lemah sembari mengatur napasnya yang kian memburu. Samar, ia mulai membuka memori tragedi beberapa waktu lalu.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Apa kamu tak tahu kamu di mana?” Sesosok makhluk mirip manusia datang menghampirinya. Sosok itu mengenakan jubah berwarna hitam putih. Bagian kanan dari jubahya berwarna putih, dan separuh lainnya hitam. Sosok itu juga memasang tudung di kepalanya yang bermotif sama dengan jubahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Ka..kamu. Gue udah ma..ti&#8230;” Degub jantung Al serasa terhenti sejenak. ” Gue udah mati. Iya kan? Jawab gue! Dan kamu pasti dewa kematian! Gue tahu!”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Dewa kematian.” Nada suaranya tak bisa terbaca, apakah itu juga pertanyaan ataukah nada ejekan. ” Bukan masalah besar aku siapa. Aku hanya ingin memberitahukanmu bahwa kau tidak mati, tapi juga tidak hidup.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Maksud lo apa, heh? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Ya, kamu berada di antara kematian dan kehidupan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Gue ada di tengah-tengah antara hidup dan mati. Mustahil. Gue pasti udah mati, atau kalau nggak gue pasti lagi sekarat. Nggak. Gue pengin dapet kepastian.” Ucapnya tanpa takut kepada sosok di depannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Kepastian. Cuma ada dua pilihan untuk kamu.” Sosok itu berhenti sejenak, dan sepertinya ia tersenyum.” Pertama kamu mati, dan kamu akan masuk</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">neraka. Semua orang tahu bahwa kamu bukanlah orang yang dapat melakukan kebaikan” Sosok itu terlihat marah. Lalu ia meneruskan kalimatnya dengan nada menyentak, ” Kau hanya menggunaka waktumu untuk bersenang-senang tanpa peduli dengan orang lain!”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Al hanya sanggup tertunduk dan diam seribu bahasa. Meski ragu, ia mencoba memberanikan diri untuk kembali bertanya, ” La..lalu pilihan ke-2? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Hah, kau pasti takut akan pilihan pertama. Heh? ” Sosok itu membalikkan badan lalu berbicara kembali, ” Pilihan lainnya, yang mau tak mau harus kau pilih yaitu, hidup. Dengan satu syarat yang mesti kau jalani.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Syarat. Apa syarat yang bakal lo ajukan? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Aku mengajukan? Baiklah, syarat yang mutlak yaitu kau harus mengerjakan kebaikan.” Dia membalikkan tubuhnya kembali, lalu melemparkan sebuah botol kaca kecil kosong berpanjang kira-kira lima belas sentimeter tepat ke dalam saku kanan kemeja Al.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Botol? Buat apa? ” Ucapnya masih sambil terfokus pada botol kecil yang dapat mendarat dengan mulus di kantungnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Kau pikir untuk apa, ha?” Serunya skeptis. ” Botol itu sebagai penanda banyaknya kebaikan-kebaikan yang harus kamu lakukan, serta sebagai waktu pembatasmu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Apa maksud lo waktu pembatas? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Dengan merasa menang sosok aneh itu berkata, ” Kau pikir akan mudah mengerjakan pertukaran sebagai ganti nyawa, bocah? ” Sosok itu masih tetap menunduk. ” Kau harus mengisi botol itu dengan kebaikan dalam waktu dua bulan. Setelah itu kau harus meminumnya, agar kau bisa hidup utuh lagi!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Tolonglah jangan berputar-putar kalau bicara. Gue nggak mudeng!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Setiap kebaikan yang kau kerjakan, akan membuat isi untuk botol ini bertambah. Tapi jika kau mengerjakan kejahatan, maka yang akan terjadi adalah sebaliknya.” Kalimat yang tegas telah meluncur dari mulutnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Apa konsekuensinya kalau gue gagal? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Kalau kamu tidak bisa membuat botol itu penuh, kau akan memdapat pilihan pertama. Lalu apabila kau telah memenuhi botol itu tapi kamu tidak meminumnya, kau akan berada di tempat seperti ini selamanya.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Al menelan ludahnya yang serasa menelan bongkahan-bongkahan besi raksasa. Tak lama kemudian ia mengangguk ragu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Baiklah, itu kesepakatan kita. Kau merupakan satu di antara satu milyar orang di dunia yang beruntung mendapatkan kesempatan ke-2. Manfaatkan secara maksimal.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Belum sempat Al mengucapkan ’ya dan terimakasih’, sosok itu telah mendorong kening Al dengan satu jarinya. Al terpelanting jauh dan tidak sadarkan diri. Esok harinya ia terbangun di kasur empuknya dengan botol kecil di saku kanannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em>Dua  bulan berlalu&#8230;</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Sisa hujan masih membiarkan segalanya berair. Membuat debu-debu tersapu dan meninggalkan aura lembab di indra pencium maupun peraba setiap insan yang berada di sekitarnya. Di sebelah kiri jalan ada beberapa anak-anak berseragam oranye berrompi yang saling berjejal di bawah rindangnya pohon beringin rasaksa. Sebagian anak-anak lain yang beruntung dapat duduk dengan nyaman di halte yang tak jauh dari pohon. Bis dan metromini tak ingin kalah dengan semangat pelanggan-pelanggan setianya untuk berebut keuntungan di depan SMU Pranata Bangsa. Saat anak-anak berjejal dan bergelantungan di pintu-pintu bis, seorang anak berpakaian sama dengan kawan-kawannya dan bertuliskan ’Alva R Darmawan’ di sebelah kanan atas bajunya, masih termangu di tempatnya. Tidak mempedulikan adik-adik dan kakak-kakak kelasnya menyalak-nyalak berebut bis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Hello Mister Al? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Eh.. elo Sha. Kok lo nggak ngikut bis? ” Balas Al sambil geleng-geleng menyaksikan tingkah sobat anehnya itu, yang sedang hormat grak di depannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Males ah! Lagi hot-hotnya tu, di dalem. Elo ndiri juga nggak mo ngikut nge-hot ya? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Elo kan tahu, Sha! Kalo orang lagi capek trus dicampur panas, mendidihnya pasti lebih cepet kan? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Ya, ya, Bos! Emm.. Al, aku pengin tanya ni!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Tanya aja, kalo gue bisa jawab ya gue jawab. Itung-itung amal, he..he..”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Ih.. nggak usah pake ’he..he..’ kali! Jawab yang jujur ya!” Shasa menarik napasnya lalu mulai bertanya, ” Kenapa lo bisa tobat, jadi anak super baik, trus otak lo jadi bener-bener encer si? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Sekarang giliran Al yang menarik napasnya, ” Elo udah tahu Sha, gue dah pernah bilang ke elo! Eh.. tapi lo-nya aja yang malah ngeloyor pergi sambil ketawa-ketiwi kayak orang kesambet, pake ingus kluar lagi!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Hah.. masa’ si Al? Cerita lo kayak di komik-komik gitu. Pasti kalau nggak mimpi, lo cuman ngayal yang juauuuuh banget kan? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Gue juga pengin itu cuma mimpi atau halusinasi aja, Sha! Tapi kalau itu mimpi, kenapa botol aneh itu ada di kantung gue? Trus kenapa luka goresan ranting yang lo pikir ada di mimpi gue jadi bener-bener asli? Lo bisa ngliat kan? ” Serunya memburu sambil menyodorkan lengan kirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Oke, oke, oke! Slow down dong! Gue percaya elo kok, dari dulu malah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“ Maksud lo dari dulu apa? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Hah.. waktu kita masih SD kelas satu, lo pernah bilang kan kalau elo ngerti sosok berjubah yang bener-bener aneh, yang mulai sering lewat di depan rumah lo, tepat seminggu sebelum ayah lo nggak ada? Lo ngerti nggak kalau dia tu malaikat pencabut nyawa alias dewa kematian alias shinigami? Cuma orang-orang tertentu aja yang bisa ngerti hal-hal kayak gitu, dan elo dulu adalah salah satunya, lo istimewa Al. Gue juga bingung kenapa waktu itu gue bisa bener-bener percaya omongan lo. Lo emang orang yang bisa dipercaya, dan Shasa yakin akan hal itu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Makasih Sha, lo emang bener-bener asli sohib gue sejak bayi deh!” Al menghentikan sejenak suaranya dan menggantinya dengan senyuman yang paling tulus, ” Eh.. Sha, lo mau ikutan ngrayain hari bebas gue nggak? Ni botol kaca dah penuh, tinggal diminum aja.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Sekarang Al? Waduh, dah mo Maghrib, pake ujan lagi.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Please deh! Di rumah gue ada mie ayam, nasi goreng, sama kue-kue coklat kok! Entar pulangnya aku anter kok, rumah lo kan cuma sepuluh meter dari rumah gue. Waktu gue bakal habis jam enam nii, lima belas menit mulai sekarang.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Ya udah cepetan, nggak usah pake a,b,c segala!” Balas Shasa setelah berlari mendahului Al.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Tiga menit sisa waktu yang tersisa. Kembali Al melihat sosok jubah hitam yang pernah dilihatnya sepuluh tahun lalu. Al yakin, sosok itu melihat ke arahnya. Al berasumsi dia adalah malaikat yang akan membuka jalan untuk pilihan pertama, yaitu neraka. Tanpa berpikir lebih, Al memacu kembali kecepatan dan semangatnya. Dia mencoba meraih tangan Shasa dan akan diajaknya berlari menerobos derasnya hujan. Akan tetapi di saat yang sama, dilihatnya Shasa tengah menyebrang di tengah jalan. Di saat yang sama, Al tidak dapat menarik siapapun di sampingnya. Di saat yang sama, sebuah mobil box besar tengah melaju kencang menuju ke arah Shasa. Dan, di saat yang sama pula sosok berjubah itu telah ada di samping Shasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">” Kiiiiik.. braaak&#8230;.” suara memekikkan itu terdengar kurang dari satu detik setelah Al mengetahui kemungkinan yang sekarang menjadi pasti. Al hanya bisa berlari setelah Shasa tergeletak bersimbahkan darah di sekujur tubuhnya. Sesuatu telah merenggutnya. Sesuatu telah memusnahkannya. Bukan hanya dewa kematian ataupun malaikat pencabut nyawa. Sesuatu yang benar-benar nyata. Sesuatu yang banyak manusia menyebutnya maut, El-Maut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Hujan makin deras, dilihatnya Tissot di pergelangan tangannya. Setengah menit, dan semuanya akan berubah. Ya, semuanya akan berubah. Al menarik botol kaca itu dari lehernya. Dibukanya botol itu dan diminumkan kepada sosok yang tengah tergeletak tak bernapas itu. Lima detik terakhir, Shasa mulai sadarkan diri. Empat detik terakhir, Al hanya sanggup untuk tersenyum. Tiga detik terakhir, Al mulai memejamkan matanya. Dua detik terakhir, Al mulai merebahkan dirinya di aspal yang keras. Dan sedetik terakhir.. ” AAAALLLLLLL&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..!!!”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em>Saat semuanya putih kembali&#8230;</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em> </em></strong>Saat Al membuka kedua matanya lagi, suasana itu kembali. Putih dan putih. Tak urung juga sosok berjubah itu, masih berdiri tegak membelakanginya. Sosok itu tak lagi memakai jubah hitam putih, sosok itu menjadi berjubah putih bercahaya. Sosok itu membalikkan badannya dengan masih memakai tudung, masih bersikukuh untuk menyembunyikan wajahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Hei, Dewa kematian, maaf gue gagal. Gue nggak bisa nepatin omongan gue. Gue emang nggak pantes buat hidup. Gue cuman pantes di sini. Gue&#8230;” Al menghentikan kalimatnya setelah sosok yang ia sebut ‘dewa kematian’ membuka tudung keramatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">“ Al, kamu tidak gagal! Justru kamu benar-benar telah menunjukkan suatu kebaikan dan pengorbanan sejati, yang rela mengorbankan diri sendiri demi orang lain. Tidak semua orang bisa sepertimu. Kau memang istimewa di mata semua orang.” Sosok putih itu menyela kalimatnya, ” Kamu pantas untuk menjalani kehidupanmu. Dan, jangan memanggilku dewa kematian.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Al tidak mampu mempekerjakan pita suaranya seperti biasanya, seolah benda itu tak pernah ada sebelumnya. Ia hanya mampu membuka mulutnya dan langsung menghambur menuju sosok yang tak berkeinginan dipanggil dewa kematian. ” A.. ay.. yah, Ayah! Kau Ayahku! Kenapa Ayah nggak ngasih tahu kalau kau.. Ayah? Yah, aku udah lama banget pengin ketemu Ayah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Ayah juga sama Al. Sekarang keinginan Ayah bukan hanya impian lagi, Al telah jadi sosok yang hebat. Sekarang, awali kehidupanmu kembali dengan sosokmu yang sekarang. Ayah kan terus mendukungmu, Al. Berbahagialah di sana!” Ayah Al merangkul Al hingga menyebabkannya terlelap.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em>Kehidupan baru&#8230;</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Saat Al kembali membuka matanya, dilihatnya hal-hal yang serba putih. Akan tetapi tempat ini berbau tajam obat-obatan. Saat memiringkan kepalanya ke arah berlawanan, Al melihat Shasa yang sedang tertidur. Kepala sahabatnya itu berada di atas ranjang Al.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">” Bangun Sha! Kalau kepala lo di situ, gue nggak bisa gerak bebas nih&#8230;..”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&amp;" lang="SV">Anggini Nur Azizah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggie72.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggie72.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggie72.wordpress.com&amp;blog=7496253&amp;post=117&amp;subd=anggie72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggie72.wordpress.com/2010/01/15/cerpen-q/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c31e07d1acf1c2e4a69a3c3efc2faae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggininurazizah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
